Sabtu, 16 November 2019

Sistem Informasi Manajemen Keanggotaan PPNI

DPD PPNI Kabupaten Tegal terus melakukan penertiban administrasi keanggotaannya. DPD PPNI melakukan kunjungan kerja ke semua DPK untuk mensosialisasikan Sistem Informasi Manajemen Data Anggota. Kini, setiap anggota harus mendaftarkan keanggotaannya melalui sistem online. Sistem ini dibuat untuk menertibkan admnistrasi data keanggotaan, perpanjangan STR dan iuran wajib bulanan anggota.

Pembayaran iuran bulanan anggota PPNI dulu dilakukan berjenjang dari bawah ke atas, dari DPK, uang tersebut diteruskan ke DPD, DPW hingga ke DPP. Kini, pembayaran tersebut dilakukan melalui transfer ke rekening Giro PPNI pusat. Secara otomatis dana tersebut akan terbagi ke DPW, DPD dan DPK. Ini dimulai sejak awal 2018. 

Selama tidak membayar iuran bulanan tersebut maka keanggotaan dianggap tidak aktif. Maka, anggota akan mengalami kendala saat perpanjangan STR jika belum melunasinya. Iuran bulanan, jika diakumulasikan setahun, besarnya adalah Rp 260.000,-. 

Caranya adalah:
1. masuk https://ppni-inna.org/index.php/public/home/private-login/ masukan usernamenya dengan nomor NIRA anda, lalu password dengan "userdemo"


2. Isi data pribadi



Jika ada kesalahan nama yang sudah otomatis tertera disitu, harap hubungi administrator yaitu ketua/ sekretaris DPD. Isilah data pribadi selengkap mungkin, dari Identitas pribadi, Pendidikan, Tempat kerja utama, Tempat praktik, Data keanggotaan, Mutasi keanggotaan.

3. Setelah data terisi, Anda bisa buka data vitual account, Cek tahun berapa yang belum terbayar. Jika data belum lengkap, maka Anda tidak bisa menciptakan virtual account (VA) utuk pembayaran.

4. Setelah mendapatkan VA, silahkan gunakan VA tersebut untuk melakukan transfer. VA ada masa berlakunya yakni 1 minggu.




 5. Jika Anda akan melakukan perpanjangan STR, maka setelah melakukan kewajiban pembayaran Anda bisa upload sertifikat atau bukti administrasi yang mempunyai kredit point sejumlah total 25 SKP. Tempat upload itu ada di PKB/ Borang Pengisian.



Syarat untuk memenuhi kredit point 25 SKP ini bisa dilihat di:  http://ppnikabupatentegal.blogspot.com/2016/12/bagaimana-mendapatkan-skp.html

Jika Anda mau perpanjang STR, maka semua dokumen perpanjangan STR yang tadi di upload tersebut diserahkan ke DPK, DPD, DPW, DPP untuk dilakukan verifikasi. Setelah lolos, bisa terbit surat rekomendasi perpanjang STR dari DPW.

Minggu, 03 November 2019

Berhenti merokok seketika dengan public commitment


Merokok memang nikmat, bagi pecandunya. Rasa nikmat ini bukan hanya dirasakan di fisik tenggorokan, namun sampai pada level jiwa dalam gaya hidup dan pergaulan. Bahkan, ada yang merasa tidak bisa berpikir kreatif jika tidak merokok.
Merokok adalah perilaku. Perilaku manusia tercipta karena pola. Kebiasaan merupakan perilaku yang terjadi secara nyaman dan otomatis karena sudah dilakukan berulang kali di masa lampau. Menurut teori, cara merubah perilaku adalah dengan membiasakan perilaku baru tersebut secara intensif dan tanpa putus (repetisi atau diulang-ulang). Repetisi ini menciptakan asosiasi mental antara keadaan (pemicu) dan tindakan (perilaku), sehingga ketika kita dihadapkan dengan pemicu, maka perilakunya akan mudah muncul atau nyaris otomatis. 
Kita semua sebenarnya tahu bahwa rokok adalah berbahaya, merusak dan merugikan. Tak heran, banyak perokok yang ingin berhenti merokok. Menurut  WHO, 70-80   perokok ingin berhenti  merokok, namun  hanya 3% yang  berhasil berhenti tanpa bantuan orang lain  dalam waktu 6  bulan. Menurut WHO pula (2008),  Indonesia  menduduki peringkat  ke-3  dengan  jumlah  perokok terbesar didunia setelah Cina dan India.
Banyak artikel menulis seperti apa bahayanya merokok, namun perokok tetap membandel. Kadang desakan berhenti merokok datang dari orang lain, bahkan berupa ancaman, namun tidak juga bisa menghentikannya. Lebih dari itu, fatwa rokok haram pun diabaikan.
Banyak penjelasan manfaat ketika berhenti merokok. Tentang detail proses kembali sehatnya tubuh kita, dari mulai 20 menit sampai dengan 15 tahun setelah kita berhenti merokok. Namun penjelasan itu tak menarik juga untuk diikuti pecandu rokok, karena dia merasa masih bisa sehat dengan tetap merokok.
Fase terberat dari usaha berhenti merokok adalah saat melewati gejala putus nikotin. Gejala ini dapat muncul pada 4 jam pertama, memuncak pada hari ke-3 sampai hari ke-5 dan biasanya jauh berkurang setelah 2 minggu. Anda juga mungkin masih merasa tidak nyaman dengan kebiasaan baru Anda (kebiasaan bebas rokok) hingga 2 - 3 bulan kemudian (pada beberapa orang, hingga 6 bulan). Gejala putus nikotin biasanya adalah sakit kepala, mual, gelisah, berkeringat dan sangat menginginkan rokok. Jika tidak dipenuhi, biasanya timbul emosi.
Tak jarang pula yang frustasi karena gagal mencoba berulang kali. Menyerah, akhirnya melakukan pembenaran terhadap merokok, agar tetap bisa merokok, agar perilakunya bisa diterima orang lain. Namun untuk sehat, tidak ada kata tidak mungkin, kita, bisa!

Bagaimana cara berhenti merokok?
Yang utama dan pertama tentunya adalah niat, dari diri sendiri. Niat bisa menjadi tekad yang bulat jika dilandasi alasan kuat mengapa kita berhenti merokok. Maka, susunlah terlebih dahulu alasan kuat tersebut, selanjutnya, baru kita masuk ke teknik berhenti merokok. Tanpa ada alasan kuat, percuma melanjutkan ke tahap teknik berhenti merokok.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, cara berhenti merokok ada 3:
1.      Berhenti merokok seketika. Misal, hari ini merokok, besok sudah tidak merokok. Cara ini terbukti ampuh pada kebanyakan perokok.
2.      Berhenti merokok bertahap dengan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. Bertahap sampai tanggal yang ditentukan sudah tidak merokok sama sekali.
3.      Berhenti merokok dengan cara mengundur waktu merokok, sehingga mengurangi ketergantungan kepada rokok. Yang akhirnya pada tanggal tertentu yang sudah ditargetkan, kita sudah berhenti total.

Salah satu yang tidak mendukung dalam proses berhenti merokok selain lemahnya tekad, adalah lemahnya pengawasan. Untuk itu, sangat dianjurkan kepada perokok untuk memberitahukan juga kepada anggota keluarga/ orang lain untuk menjadi pengawas dan pengingat proses berhenti merokoknya, hal inilah yang disebut public commitment.

Sebenarnya manusia sering melakukan public commitment, hanya saja kita kadang beda dalam hal menyikapi tingkat kesakralan janji/ komitmen tersebut. Seperti saat sehari-hari, kadang kita mengucap janji akan melakukan suatu hal, janjian bertemu dengan seseorang, tandatangan komitmen bersama, atau saat kita diangkat sumpah jabatan, sumpah profesi, bahkan janji yang dibacakan suami kepada istrinya setelah akad nikah, disaksikan banyak orang. Itu semua public commitment. Lebih sakral lagi, saat ibadah sholat bagi muslim, kita juga mengucap janji kepada Tuhan bahwa sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya karna Allah SWT.

Lantas mengapa ada orang yang ingkar janji, tidak komitmen, tidak amanah? Itu terjadi karena kurangnya awardness atau penghargaan kita kepada janji kita sendiri. Maka, salah satu cara meningkatkan perhatian, penghargaan, keseriusan, integritas diri kita atas janji kita, kita bisa melakukan janji / komitmen dalam skala besar.

Kepada siapa saja kita memberitahu bahwa kita akan berhenti merokok? Bisa anggota keluarga, orang yang dicintai, orang yang kita hormati, atasan kita, guru kita, orang yang sangat berpengaruh bagi kita. Bahkan jika berani, kita bisa melakukan di hadapan masyarakat umum secara terbuka, terang-terangan. Ini sangat efektif, hanya butuh keberanian.

Public commitment sering dilakukan dalam pertemuan seperti acara motivasi bisnis. Dimana untuk memotivasi dan menguatkan impian, seseorang maju ke depan panggung dan berjanji di hadapan audiens. “Saya berjanji tahun depan omzet saya 1 milyar”, dengan suara berapi-api dan sangat emosional. Lebih ekstrim lagi jika berani mengucapkan jaminan, “Jika tidak berhasil, saya berjanji akan jalan kaki mundur dari Tegal ke Slawi”, misalnya. Tentu ini akan sangat menguatkan tekad dan pengawasannya. Jika untuk motivasi bisnis saja bisa, mengapa tidak kita lakukan public commitment skala besar ini dalam urusan berhenti merokok?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr. Hendadi Setiaji, M.Kes mengatakan, “Teknik public commitment ini cocok sekali untuk orang yang extrovert atau terbuka, sehingga perokok siap mempertanggungjawabkan kepada publik dengan taruhan kehormatan, kepercayaan”. Artinya, jika berhasil, dia akan lebih dipercaya banyak orang, namun jika gagal, kepercayaan kepadanya hilang. Untuk berhenti merokok saja tidak bisa amanah, apalagi untuk urusan lain yang lebih besar.

Jadi, bagaimana? untuk Anda yang kini masih merokok, cukupkah nyali Anda untuk melakukan public commitment? Jika sudah berhasil, umumkan ke publik bahwa Anda telah berhasil berhenti merokok, ceritakanlah sesering mungkin untuk menguatkan public commitment Anda. Beri diri Anda hadiah/penghargaan untuk menguatkan momentum tersebut. Lalu mulailah perilaku baru dengan kegiatan positif dan sehat. Karena, kembalinya perilaku merokok bisa dipicu oleh pergaulan, dan kondisi stres.




 

Penulis
Bagus Johan Maulana, AMK, SKM
Penulis adalah mantan perokok selama 20 tahun, dan berhasil berhenti merokok seketika dengan teknik public commitment pada 10 November 2018. Keberhasilannya ini adalah usaha ketiga kalinya dalam berhenti merokok. Sebelumnya, selalu gagal dengan metode lain. Public commitment dia dilakukan dengan janji berhenti merokok melalui tulisan di media sosial (Facebook dan group WA), dengan diketahui banyak atasan kantor, teman kerja dan semua facebooker. Dilanjutkan, setiap hari setelahnya dia menulis tentang proses berhenti merokoknya selama 30 hari berturut-turut untuk terus menguatkan tekadnya, dan berhasil hingga kini.
Penulis kini bekerja sebagai staf bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Aktif di organisasi Forum Lingkar Pena, Pramuka, Karang Taruna, ahli kesehatan masyarakat, perawat luka dan dunia seni.

Minggu, 08 April 2018

Dasar Hukum Praktik Keperawatan



Dalam menjalankan praktik Keperawatan sesuai dengan amanah Undang -Undang dan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan kewenangannya, maka perawat harus memahami dasar hukum praktiknya.



Download kumpulan dasar hukum Praktik Keperawatan, diantaranya:

Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
Permenkes nomor 1769 tahun 2011 tentang registrasi tenaga kesehatan
Permenkes nomor 17 tahun 2013 perubahan atas Permenkes nomor 148 tahun 2011 tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat.

Senin, 29 Januari 2018

Gedung PPNI Kab. Tegal diresmikan Bupati

Tercepat dalam pembangunan gedung




 





Slawi 30 Januari 2018

"Allahumma Sholli 'ala Muhammad", ucap Bupati Tegal Enthus Susmono membaca sholawat saat membuka tirai papan nama gedung Sekretariat DPD PPNI Kabupaten Tegal. Diiringi tepuk tangan sekitar 500 perawat yang hadir dalam acara peresmian Gedung Sekretariat DPD PPNI Kab. Tegal, Slawi (30/1).

Gedung yang tertelak bersebelahan dengan gedung sekretariat IBI Kab. Tegal sebelah Barat komplek Pemerintah Daerah Kab. Tegal itu telah resmi penggunaannya sebagai kantor organisasi yang menaungi sekitar 1.500 anggotanya yang tersebar di seluruh instansi kesehatan di Kab. Tegal itu.

"Saya kaget, baru 8 bulan yang lalu saya meletakkan batu pertama, ternyata sekarang sudah 80 persen selesai" tutur Enthus Susmono dalam sambutannya.

Senada dengan yang diucapkan Enthus, Ketua DPW PPNI Prov. Jawa Tengah, Dr. Edy Wuryanto, S.Kp, M.Kep menambahkan dalam sambutannya "PPNI Kabupaten Tegal ini adalah yang tercepat pembangunan gedungnya di Jawa Tengah, hebat!" 

"Percepatan pembangunan gedung ini karena perawat Kabupaten Tegal ingin maju" ujar Amat Kiswandi, SKM, MM, Ketua DPD PPNI Kab.Tegal. Perawat bangga bisa mempunyai gedung sebagai pusat mengembangkan organisasi tersebut dari hasil gotong royong. Dengan adanya gedung bisa sering diskusi, inovasi dan mengembangkan karyanya dalam membangun dunia kesehatan di Kab. Tegal.

Dihadiri Lintas Profesi

Turut hadir dalam acara itu undangan dari organisasi kesehatan lain seperti IDI, IAKMI, PERSAGI, IAI, HAKLI, PATELKI, IBI, PDGI dan PPGI. Hadir pula Ketua DPD PPNI Kota Tegal, Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Katua Korwil PPNI eks. Karesidenan Pekalongan.

"Saya hadir karna ingin belajar dari Kab. Tegal dalam membangun gedung, kami Kota Tegal belum punya" ujar Saeni, S.Kep, Ns, Ketua DPD PPNI Kota Tegal dalam acara ramah tamah peresmian itu. Saeny menyatakan salut dengan kompaknya perawat Kabupaten Tegal.

Antusiasme dalam acara tersebut nampak sekali karena juga dihadiri para pelajar STiKes Bhamada yang berjumlah sekitar 200 anak. "Mereka calon perawat yang sebentar lagi akan menempati gedung ini sebagai tempat organisasi mereka" papar Kiswandi.

Harapan

Enthus berpesan agar gedung yang megah itu digunakan secara maksimal untuk bekerja sesuai dengan motto PPNI yaitu "Maju bersama, sukses bersama, kerjo, kerjo, kerjo". Dia menjelaskan bahwa kata "kerja" 3 kali itu adalah pertama kerja untuk agama, kedua adalah kerja untuk negara, dan ketiga kerja untuk keluarga.

Gedung baru tersebut memiliki 2 lantai, terdiri dari ruang penerima tamu, Ruang Koperasi, Ruang usaha, Musholla, Ruang serba guna, Aula yang bisa menampung 200 orang pertemuan, Gudang, 7 wastafel dan toilet bersih, Ruang tunggu pelayanan, dan Ruang menyusui.

Kiswandi berharap lantai 1 gedung ini sudah bisa digunakan untuk operasional, sisa pembangunan sekitar 20 persen untuk lantai 2 bisa segera diselesaikan "InsyaAllah secepatnya" tandasnya.

Selasa, 28 Maret 2017

Gedung PPNI: 30% pondasi selesai

Gedung - Progress Pembangunan gedung PPNI 28/3/2017, 30% pondasi selesai, rapat evaluasi panitia pembanguna gedung diikuti makan bersama tukang, berjalan hangat dan penuh kekeluargaan.






Bertempat di gedung IBI panitia melakukan rapat evaluasi dengan laporan ketua panitia Bambang melaporkan laporan keuangan dan progress. Sekretaris, Johan melaporkan kesiapan agenda pengawasan harian oleh seluruh Panitia Pembangunan mulai 1 April 2017.

Turut hadir silaturahmi ibu Ismatun, yang kini pindah dinas ke Puskesmas di Kab. Jombang Jawa Timur. Beliau pengurus DPD PPNI periode sebelumnya berniat belajar akreditasi Puskesmas ke perawat Kab.Tegal untuk dikembangkan di Jombang sekaligus pamitan untuk pindah berkarya di Jombang.

Kiswandi, Ketua DPD mengarahkan arah pembangunan, tertib administrasi keuangan, dan penekanan kelancaran iuran gedung , serta efektif efisiensi anggaran gedung untuk percepatan pembangunan.

Senin, 20 Maret 2017

"HIDUP ADALAH PERJUANGAN" ... sebuah catatan perjuangan

"HIDUP ADALAH PERJUANGAN"
By: Lisma (Ketua Perawat Honorer Kab. Tegal)
JAKARTA, Kamis 16 Maret 2017. 



Sebuah Momen yang tepat menjelang HUT PPNI Ke 43 dan dengan adanya Revisi UU ASN, Adapula Perjuangan Perawat dari rekan rekan Perawat Honorer dari beberapa provinsi di antaranya Jateng,Jatim,Jabar,DKI,Jambi, dll,mewakili seluruh Indonesia melakukan Aksi Damai di Halaman Gedung DPR -RI Audensi kejelasan pengangkatan CPNS Perawat Honorer yang di ikuti sebanyak 5000 lebih perawat honorer,. 

Mereka para perawat yang bekerja di Rumah Sakit Pemerintah dan Puskesmas dengan berbagai status Tenaga honorer, pegawai tetap non PNS, pegawai tidak tetap, tenaga kontrak yang bekerja terus menerus di pemerintah..

Dari Kabupaten Tegal memberangkatkan 47 personil mewakili Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di kabupaten Tegal.Adapun Tim pendamping koordinator lapangan dari DPP PPNI. Bpk Maryanto,SKM Cs.Dengan dukungan penuh dari ketua PPNI pusat Bpk Harif Fadhilah,SKp.SH. 

Aksi Damai berjalan lancar dan tertib Dengan Pengawalan Aparat Kepolisian, mendapat sambutan yang baik oleh Anggota DPR, seperti Bpk Saleh P Daulay, Bpk Arteria Dahlan.Beliau beliau akan menyampaikan semua aspirasi yang menjadi yang menjadi tuntutan Perawat Honorer dalam Aksi Damai pada hari itu, yaitu pengangkatan perawat honorer seluruh Indonesia tanpa batas umur.

Bagi kami perjuangan tidak pernah salah,apabila kami berhasil kami akan bercerita bahwa untuk meraih suatu kesuksesan tidaklah mudah,, adakalanya teman mendukung namun juga sebaliknya ada yang menyandung.

Kalaupun kami belum berhasil,setidaknya kami sudah berjuang untuk perawat, dan untuk kehidupan kami agar mereka ( terutama Bpk ibu yg sudah membiayai kuliah) tidak merasa kecewa ato sedih ketika hidup kami belum sesuai yang mereka harapkan yaitu PNS Harga Mati!!!, Hidup perawat!! Hidup PPNI!!! Maju bersama Sukses bersama!






 






     

Sabtu, 18 Maret 2017

Era Kebangkitan Perawat dalam Menulis!

Slawi - Perawat akan bangkit dalam karya-karya tulisannya yang akan merubah semangat, energi, citra dan iklim organisasi ini menjadi terus lebih baik.

  




Demikian disampaikan Johan, Ketua Panitia Workshop Menulis untuk perawat saat sambutan di acara tersebut (18/3). Sejumlah 36 perawat dari Kab. Tegal, Brebes dan Kota Tegal yang bertugas di Puskesmas, Rumah Sakit dan institusi pendidikan mengikuti workshop menulis dengan narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya.

Abduh, mantan pimred harian Radar menjelaskan bentuk-bentuk tulisan dan kekuatan headline berita yang membuat orang tertarik untuk membacanya. "Perawat harus tahu kaidah jurnalistik" terangnya dalam materi yang disampaikannya.

dr.Bimo, dokter sekaligus mantan wartawan harian Suara Merdeka menjelaskan seni mengambil gambar yang bernilai secara jurnalistik. "foto saja itu sudah berbicara banyak, lebih dari 1000 kata" paparnya saat memberikan materi foto jurnalistik.

Nety, ketua LP2M (Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat) STiKes Bhamada Slawi menambahkan "banyak cara mempublikasikan karya ilmiah kita agar bisa diterima oleh masyarakat dengan baik dan jelas".

Acara workshop menulis tersebut diisi dengan praktek aplikasi Whatsapp menggunakan PC dan praktik menulis langsung. Harapan dari acara ini adalah akan menjadi bekal kemampuan menulis untuk perawat yang bisa diaplikasikan dalam penelitian sederhana, menulis artikel populer, membuat sistem komunikasi yang baik untuk jalannya organisasi PPNI.